Diabetes atau kencing manis bukan satu-satunya ancaman yang dihadapi ketika kadar gula dalam darah meningkat. Menurut sebuah penelitian terbaru, kelebihan kadar gula darah juga berhubungan dengan peningkatan risiko kerusakan jantung.
Sebuah studi di Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health menunjukkan bahwa hiperglikemia atau kadar gula yang berlebih bisa merusak jantung. Efek ini bahkan bisa terjadi pada orang-orang yang tidka memiliki riwayat sakit jantung sebelumnya.

Para peneliti mengungkap, kenaikan kadar hemoglobin A1c (HbA1c) berhubungan dengan kenaikan protein troponin T (cTnT). HbA1c merupakan indikator hiperglikemia dan diabetes kronis, sedangkan kadar cTnT yang tinggi menunjukkan adanya kerusakan pada jantung.

Temuan yang dipublikasikan dalam American College of Cardiology ini menunjukkan, kelebihan gula pada pasien diabetes berhubungan erat dengan peningkatan risiko kerusakan jantung. Makin tinggi kadar gulanya, makin besar peningkatan risikonya pada jantung.

Dalam pengamatan terhadap 9.662 relawan, peningkatan risiko kerusakan jantung sudah teramati bahkan ketika peningkatan kadar gulanya belum memenuhi kriteria untuk disebut diabetes. Padahal seluruh partisipan tidak punya riwayat sakit jantung.

“Biasanya gula tidak secara langsung berhubungan dengan kerusakan pembuluh darah, tetapi dalam penelitian ini gula langsung merusak jantung,” kata Prof Elizabeth Selvin, PhD, MPH, yang memimpin penelitian ini seperti dikutip dari Medicalnewstoday, Selasa (7/2/2012).

Diabetes atau kencing manis yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah, khususnya tipe 2 biasanya memang banyak diderita orang-orang gemuk. Gemuk itu sendiri sudah lama dikaitkan dengan peningkatan berbagai risiko penyakit jantung dan pembuluh darah.

Sumber: detikhealth.com